Ketum DPP PKB : "Kalau tak bisa tanggani Guru Honorer, sebaiknya MENDIKBUD MUNDUR" - BERITA LAMPUNG | SABURAI ONLINE

BERITA LAMPUNG | SABURAI ONLINE

Portal Berita Sai Bumi Ruwa Jurai

Breaking

Post Top Ad

Sabtu, 16 Januari 2021

Ketum DPP PKB : "Kalau tak bisa tanggani Guru Honorer, sebaiknya MENDIKBUD MUNDUR"


Jakarta - (16/1/2021).
Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa, Abdul Muhaimin Iskandar / Gus AMI yang juga Wakil Ketua DPR RI dalam sambutan membuka MUSWIL 15 DPW PKB secara virtual se-Indonesia di lantai 4 Kantor DPP PKB (15/1/2021) menyatakan ; Kalau memang Menteri Pendidikan & Kebudayaan RI tidak bisa menanggani problem dunia pendidikan kita baik persoalan Pendidikan jarak jauh, simpang siurnya dihilangkannya formasi CPNS untuk guru honorer, penolakan berbagai kalangan terkait rencana rekruitmen 1 juta guru melalui skema PPPK, semestinya dengan kemampuan inovasi tekhnologi yang dimiliki oleh Pak Nadiem, bisa melakukan percepatan penangganan persoalan-persoalan tersebut, ini yang ada adalah sudah 1 tahun berjalan sepertinya tidak ada terobosan yang mampu memberikan kegembiraan sesuai ekspektasi publik terhadap Bro Menteri, tutur Gus AMI. Kalau memang Mendikbud tidak mampu tanggani, sebaiknya mundur, tuturnya.

Sementara persoalan Pendidikan ini adalah persoalan yang sangat mendasar, mendalam, dan substansial, bagi kelangsungan masa depan bangsa ini, kita tidak boleh main-main mengurus masalah pendidikan, tidak boleh sambil lalu, tapi harus fokus, dengan sepenuh hati,  dan all out dalam mengurusnya.

Gus AMI meminta kepada Ketua komisi x DPR RI Syaiful Huda yang juga kader Partai Kebangkitan Bangsa untuk mengambil inisiasi agar persoalan-persoalan Pendidikan di Indonesia bisa segera tertangani satu persatu, bukan malah semakin menumpuk dan tidak ada solusi dan langkah cepat untuk menanganinya. Tambah gus AMI.

Diberitakan sebelumnya pada pekan lalu Gus AMI menyatakan ketidak setujuannya atas rencana dihapuskannya formasi CPNS Guru, karena itu melukai rasa keadilan sesama anak bangsa ini, yang guru juga berhak mendapatkan penghargaan dari negara ini dengan mengangkatnya menjadi ASN.

Post Bottom Ad