Kadafi ; "Libatkan pemuda dan mahasiswa dalam pengembangan wisata & ekraf' - BERITA LAMPUNG | SABURAI ONLINE

BERITA LAMPUNG | SABURAI ONLINE

Portal Berita Sai Bumi Ruwa Jurai

Breaking

Post Top Ad

Minggu, 24 Januari 2021

Kadafi ; "Libatkan pemuda dan mahasiswa dalam pengembangan wisata & ekraf'


Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI memberikan jawaban tertulis (22 januari 2021), atas pertanyaan dan ulasan lisan Pimpinan dan Anggota komisi X DPR RI pada rapat kerja yang berlangsung 14 januari lalu,  yang juga dihadiri secara langsung oleh Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif RI yang baru Sandiaga S Uno.


Diantaranya Kemenparekraf RI memberikan jawaban tertulis atas pertanyaan anggota komisi x DPR RI

Muhammad Kadafi dari dapil lampung 1 Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa.


Kadafi memberikan tanggapan dan pertanyaannya ; pertama, Pariwisata menjadi sektor yang paling terdampak dengan adanya pandemi ini. Kita tetap yakin bahwa sektor pariwisata menjadi penyumbang devisa terbesar, salah satu turunannya adalah ekonomi kreatif, yang sering kami istilahkan dengan sebutan 3F (food, fun, and fashion).


Kita melihat bahwa border memang masih ditutup untuk wisman dan hal ini dilakukan oleh berbagai negara karena masih fokus pada masalah kesehatan. Oleh karena itu perlu menciptakan destinasi wista baru untuk menggerakan ekonomi daerah dengan mengoptimalkan wisnus.


Kedua, Tren masyarakat saat ini berubah, jika dulu masyarakat menyukai keramaian dan mencari tempat yang dapat menampung orang banyak, tetapi saat ini orang merasa lebih nyaman ketika datang keperkampungan atau hutan mangrove sebagai destinasi edukasi.


Ketiga, pemuda dan mahasiswa lebih familiar dengan gadget, sehingga mereka dapat mendorong dan mengembangkan destinasi wisata di derahnya, sehingga perlu ada program untuk mendorong meningkatkan kreativitas mahasiswa. Dengan pengembangan destinasi pariwisata, akan membuka lapangan pekerjaan dan mendorong perekonomian masyarakat. 


3 hal itulah yang diulas dan disampaikan anggota komisi x dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa ini dihadapan Menteri baru Salahuddin S. Uno., yang juga sahabatnya ketika sama-sama aktif di HIPMI.(14/1/2021).


Menanggapi hal itu Kemenparekraf RI memberikan jawaban secara tertulis (22/1/2021), melalui Sekretaris Kementerian/Sekretaris Utama N. W. Giri Adnyani.


Pertama, sektor ekonomi kreatif akan terus dikembangkan untuk dapat mendukung sektor pariwisata agar bisa menyumbang devisa secara  optimal sebgaimana yang telah berjalan selama ini. Ditahun 2020 sudah dilakukan kegiatan terkait food, fun and fashion dengan mengadakan kegiatan Masamo (masak bersama master secara online dan offline) di jabodetabek, bandung, bali, medan, mandalika-NTB, dan Jogjakarta, yang melibatkan masyarakat sekitar yang merupakan pelaku kuliner. Untuk kegiatan terkait subsektor fashion, telah dilaksanakan pendampibgan di labuaham bajo, proses pendampingan dilaksanakan secara online (jarak jauh), maupun secara tatap muka. Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan para pelaku ekonomi kreatif subsektor fashion untuk dapat meningkatkan nilai tambah produk yang menjadi salah satu penopang pariwisata di wilayah labuan bajo sehingga dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah.


Kemenparekraf/Baparekraf akan berkolaborasi dengan K/L terkait dan pemerintah daerah untuk membuat pusta informasi data daerah sebagai website interaktif yang akan menampilkan potensi 3F daerah yang dapat melakukan transaksi online dalam meningkatkan nilai ekonomi masyarakat. Sesuai perubahan minat pasar, maka Kemenparekraf saat ini tengah berfokus pada program pengembangan desa wisata. Desa wisata diarahkan menjadi primadona baru bagi wisatawan yang membutuhkan wellness tourism, healing tourism dimasa pandemi seperti saat ini.


Hasil kajian Outlook Pariwisata dan ekonomi kreatif 2021 memang menunjukan tren wisata domestik dan wisata alam akan populer. Salah satu penyebabnya adalah pandemi Covid-19 yang diprediksi masih berlangsung ditahun 2021. Selain itu faktor biaya menjadi nomor dua setelah faktor kebersihan dan keselamatan bagi wisatawan untuk mendatangi tempat wisata. Oleh karena itu, kebijakan Kemenparekraf/Baparekraf akan diarahkan untuk lebih dominan membenahi destinasi wisata alam.

Kemenparekraf/Baparekraf juga telah melakukan kerjasama dalam menyusun kajian dengan tim dari Roland Berger pada tahun 2020 terkait dengan strategi pengembangan pariwisata post covid-19. Hasil kajian tersebut menunjukan bahwa terdapat 4 produk pariwisata yang dapat dikembangkan yaitu wisata alam dan petualangan (nature & adventure), cultur & heritage, food & beverage, serta event dan entertainment. Hasil kajian tersebut sejalan dengan perubahan tren yang terjadi sejak pandemi covid-19 dimana masyrakat sebelumnya menyukai mass tourism/niche tourism. Wisata mangrove juga merupakan salah satu produk wisata yang dapat dilembangkan ke depan karena wisata tersebut berbasis pada wisata alam, edukasi, pelestarian lingkungan, dan community based tourism (CBT). Jadi tujuan pembangunan pariwisata berkualitas (qualify tourism) dan paling prinsip pariwisata berkelanjutan (sustainabillity principles) dapat pula terwujud melalui pengembangan wisata mangrove.


Kemenparekraf/Baparekraf secara intens berkoordinasi dengan K/L teekait dukungan infrastruktur serta koordinasi program seperti : 

a. Penerapan pariwisata berkelanjutan

b. Mendukung fasilitas penataan destinas

c. Pengembangan Atraksi tematik lain


Sesuai dengan perubahan minat pasar, maka deputi bidang pengembangan destinasi dan infrastruktur saat ini sedang fokus pada program penggembangan desa wisata. Desa wisata diarahkan menjadi primadona baru bagi wisatawan yang membutuhkan wellness tourism, healing tourism dimasa pandemi seperti saat ini.


Untuk mengantisipasi perubahan perilaku wisatawan, pada deputi bidang produk wisata dan penyelenggara kegiatan juga ikut berpartisipasi dalam mengembangkan produk wisata berbasis alam (ecotourism).  


Sebagai informasi selama tahun 2020, kami telah melaksanakan kegiatan wisata edukasi tematik di 7 lokasi ( sumatra utara, jawa barat, bangka belitung, jawa tengah dan jawa timur), dengan peserta terdiri dri Key Opinion Leader (KOL) lokal, komunitas, mahasiswa dan media. Adapun jalur edukasi tematik yang diambil adalah wisata sejarah budaya (heritage), wisata petualangan (adventurer), wisata wellnes, ekowisata dan lainnya.


Direktorat pengembangan SDM Pariwisata turut aktif memberikan pelatihan kepada mahasiswa dengan program pariwisata goes to campuss, dalam pelatihan ini kami berikan pembekalan untuk memaksimalkan gadget seperti bagaimana memasarkan destinasi wisata di wilayah mereka melalui media sosial serta pelatihan fotografi melalui gadget  sehingga tidak hanya memperkenalkan destinasi pariwisata kepada mahasiswa namun juga menggugah kreatifitas mahasiswa.


Demikianlah jawaban dari Kemenparekraf/Baparekraf atas ulasan dan pertnyaan dari anggota komisi X DPR RI Muhmmad Kadafi, dalam rapat kerja yang berlangsung (14/1/2021).

Post Bottom Ad