Covid menggila, DPRD Propinsi Lampung Sosialisasikan PERDA Covid-19 - BERITA LAMPUNG | SABURAI ONLINE

BERITA LAMPUNG | SABURAI ONLINE

Portal Berita Sai Bumi Ruwa Jurai

Breaking

Post Top Ad

Selasa, 26 Januari 2021

Covid menggila, DPRD Propinsi Lampung Sosialisasikan PERDA Covid-19


Lampung Selatan, selasa 26 Januari 2021.

Bertempat di dusun 3 desa sabah balau, kec. Tanjung bintang, kab. Lampung selatan anggota DPRD Propinsi Lampung dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB), H. Okta Rijaya, SH., MM., melakukan sosialisasi Peraturan Daerah nomor 3 tahun 2020 tentang Adaptasi kebiasaan baru dalam pencegahan dan pengendalian corona virus 2019.


Salah satu tugas anggota DPRD adalah membuat peraturan daerah atau fungsi legislasi, yang kedua tugas budgeting yakni tugas penggangaran, bersama Gubernur menyusun RAPBD, yang terakhir adalah tugas pengawasan, atas pelaksanaan UU dan APBD yang kita susun bersama Gubernur, tutur Okta yang juga ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPRD Propinsi Lampung dalam sambutan pembukaan.


Hari ini saya sebagai anggota DPRD Propinsi Lampung menjalankan salah satu tugas dan fungsi saya, yakni melakukan sosialisasi PERDA yang mengatur tentang adaptasi baru Covid-19.



Hadir dalam acara tersebut H. Khidir Bujung (pembicara), Bapak Giyanto (tuan rumah), Ismail (ketua DKC garda bangsa lam-sel), Suratmin (sekretaris DKC garda bangsa lam-sel), Bu Jasriyah (ketua Perempuan Bangsa desa sabah balau), tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan 150 warga masyarakat desa sabah balau.


Dalam pemaparannya H. Khidir Bujung menyampaikan ; covid ini ada bu dan nyata, dan bisa mengenai kita semua baik itu kaya, miskin, laki-laki, perempuan, tua-muda, oleh karena nya jangan menyepelekan covid ini. Kita harus mencegah bersama, hati-hati dan menerapkan protokol kesehatan, jaga jarak, memakai masker dan cuci tangan. Harus menjaga kebugaran tubuh, imun tubuh, selalu bahagia meski punya hutang bahagia saja bu..syukur masih ada yang mau kasih hutang, seloroh mantan anggota DPRD Propinsi Lampung ini.


PERDA nomor 3 tahun 2020 ini mengatur tentang adaptasi kebiasaan baru ibu-ibu, bapak-bapak, diantaranya yang tidak menjalankan protokol kesehatan nanti akan dikenakan sangsi seperti pada Bab IX pasal 92 ayat 2, sanksi pelanggaran terhadap pelaksanaan adaptasi kebiasaan baru dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa : a. Bagi perorangan 1. Teguran lisan 2. Teguran tertulis 3. Kerja sosial dengan membersihkan fasilitas umum 4. Denda afministratif sebesar Rp. 1000.000,00 (satu juta rupiah) 5. Daya paksa polisional dapat dilakukan dalam bentuk penjemputan paksa pelanggar oleh petugas yang berwenang untuk ditempatkan pada fasilitas karantina atau isolasi yang ditetapkan oleh pemerintah daerah. 


b. Bagi penanggungjawab kegiatan / usaha : 1. Teguran lisan 2. Teguran tertulis 3. Penghentian sementara kegiatan 4. Pembubaran kegiatan 5. Pembekuan sementara izin 6. Pencabutan izin dan atau

7. Denda administratif maksimal sebesar Rp. 5000.000.00 (lima juta rupiah).


Ada 109 pasal yang mengatur tentang ini, yang naskah nya sudah dibagikan ke bapak/ibu tadi, pungkas khaidir bujung.




Post Bottom Ad