LAKMUD IPNU-IPPNU KOTA BANDAR LAMPUNG ; "MENDAMAIKAN PERTIKAIAN LEBIH BESAR PAHALA NYA DARIPADA PUASA" - BERITA LAMPUNG | SABURAI ONLINE

BERITA LAMPUNG | SABURAI ONLINE

Portal Berita Sai Bumi Ruwa Jurai

Breaking

Post Top Ad

Minggu, 27 Desember 2020

LAKMUD IPNU-IPPNU KOTA BANDAR LAMPUNG ; "MENDAMAIKAN PERTIKAIAN LEBIH BESAR PAHALA NYA DARIPADA PUASA"


Bandar Lampung, Selasa 22  Desember 2020.


Bertempat di gedung Yayasan Raudhlatul Azhar, kecamatan labuhan ratu, kota bandar lampung IPNU-IPPNU kota Bandar Lampung mengelar LAKMUD II (Latihan Kader Muda) senin 21 - selasa 22 desember 2020.


Dalam kesempatan tersebut hadir sebagai salah satu pembicara Munir  A. Haris Mantan Presiden Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga D.I.Y., serta penulis buku Muhammad SAW & Karl Marx tentang Masyarakat tanpa Kelas.


Munir A. Haris menyampaikan materi Manajemen Konflik ; disampaikan bahwa perbedaan / keragaman adalah sunnatullah sebagaimana Nas Allah dalam surat Al-Hujarat ayat 13 yang artinya ; "Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa bangsa dan bersuku suku supaya kamu saling mengenal".


Pertikaian atau perselisihan dan konflik yang pertama kali terjadi dibumi ini adalah ketika Nabi Adam a.s. mendapatkan petunjuk dari Allah SWT, agar menikahkan secara silang putra-putri beliau, yang kemudian tidak bisa diterima oleh salah satu putra nya yakni qabil yang hanya mau dinikahkan dengan kembarannya iklima yang parasnya lebih cantik, pertikaian ini berakhir dengan kekerasan dan pembunuhan yang dilakukan qabil terhadap habil.



Manajemen konflik adalah cara manusia yang dipakai untuk menghadapi pertentangan atau perselisihan antara dirinya dengan orang lain / kelompok dengan kelompok yang terjadi didalam kehidupan.semakin baik langkah yang dilakukan seseorang / kelompok dalam dalam penyelesaian konflik tersebut maka semakin baik pula manajemen konflik yang telah dimiliki dan digunakan.


Dalam perspektif islam setidaknya ada 3 bentuk manajemen konflik ; 1. Al-Sulh (Negoisasi). 2. Tahkim (Arbitrase). 3. Wasatha (Mediasi).


Dan tentunya hal-hal tersebut diatas harus didasarkan pada nilai-nilai keadilan, kemuliaan, kehormatan, persamaan, persaudaraan, dan mahabbat, agar proses perdamaian tidak merugikan salah satu pihak.


Ada salah satu Hadist Nabi yang menyeru dan menerangkan tentang Sulh, hadist riwayat Abu darda ; Rasulullah SAW bersabda yang artinya ; "maukah kalian saya beritahu suatu hal yang lebih utama daripada derajat puasa, sholat dan sedekah?. Para sahabat menjawab ; tentu ya Rasulullah, lalu Nabi Bersabda ; hal tersebut adalah mendamaikan perselisihan, karena karakter perselisihan itu membinasakan". (HR. Abu Daud).


Sebagai kader Nahdlatul Ulama hendaknya kita berpedoman kepada manajen konflik yang berdasarkam Al-Qur'an dan Hadist dalam menyelesaikan konflik-konflik yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana konflik harus di manaj sebaik mungkin untuk menciptakan dan menjadikan sumber inovasi dan perbaikan.


Demikian kurang lebih secara singkat yang disampaikan oleh Munir yang juga Wakil Ketua PW RMI NU Propinsi Lampung ini.


Acara diakhiri dengan sesi foto bersama dan penyerahan cindera mata oleh Ketua IPNU kota bandar lampung Gus Ahmad Musthafa Azhom kepada pembicara.

Post Bottom Ad