Gus Dur ; "yang lebih penting dari Politik adalah Kemanusiaan" - BERITA LAMPUNG | SABURAI ONLINE

BERITA LAMPUNG | SABURAI ONLINE

Portal Berita Sai Bumi Ruwa Jurai

Breaking

Post Top Ad

Selasa, 29 Desember 2020

Gus Dur ; "yang lebih penting dari Politik adalah Kemanusiaan"





Bandar Lampung, Rabo 30 Desember 2020.


Bertempat di ruang sidang Rekrorat lantai II, Universitas Lampung bedah buku dengan judul ; Gus Dur jatuh dari kursi Presiden dan keberpihakan media massa, karya Prof. Dr. Aom Karomi, M. Si., (Rektor Unila ).


Hadir secara virtual memberikan Keynote Speaker Prof. Dr. KH. Said Aqil Suradj, MA., Pembedah yang juga hadir secara virtual Yenny Wahid (Putri Gus Dur), As'ad Ali (tokoh NU), Prof. Dedy Mulyanto, PhD (Guru Besar UNPAD).



Penanggap yang juga hadir secara virtual Greg Barton (pemerhati NU), Prof. Dr. (HC) Dahlan Iskan (CEO Jawa Post Group), Prof. Dr. Azyumardi Azra (Cendekiawan Muslim), Prof. Dr. Ir. M. Yunus S. Baruman, M.B.A., (ketua KMI Lampung), Prof. Dr. Alamsyah (mewakili Rektor UIN Raden Intan), Anif punto Wibowo (mantan jurnalis Republika), Mohammad Bakir (Wakil prmimpin Redaksi KOMPAS).



Bagi kami sekeluarga kejatuhan Gus Dur tidak masalah dan bagi beliau juga tidak masalah, karena menjadi apapun adalah hanya memberikan peran yang terbaik untuk kehidupan ini, begitu pula ketika Gus Dur jatuh dari Presiden tidak pernah mempersoalkan hal itu karena yang terpenting bagi beliau harmoni dalam kehidupan berbangsa, bernegara yang hidup berdampingan saling menghormati satu sama lain yang adil makmur. Peristiwa jatuhnya Gus Dur harus menjadi Ibrah untuk bangsa ini agar tidak terulang dimasa yang akan datang, politik tidak boleh menjadi panglima akan tetapi hukum lah yang harus ditegak kan dengan adil. Begitu disampaikan Yennya Wahid (Putri Gus Dur).


Konsolidasi masyarakat sipil jadi terhambat pasca turunnya Gus Dur, Gus Dur adalah tumbal proses menguatnya kekuatan civil society pasca Reformasi karena beliau tidak mau kompromi terhadapan kekuatan-kekuatan oligarkhi  hitam yang masih bercokol dengan kuat saat itu. Tambah Yenny Wahid


Namun toh begitu, Gus Dur memilih jalan damai dengan legowo mundur karena tidak ingin terjadi pertumpahan darah antar sesama anak bangsa, karena hakekaktnya yang lebih penting dari politi adakah kemanusiaan, begitulah Gus Dur, tutup yenny Wahid.

Post Bottom Ad