Pembangunan Puskesmas Kotaagung Timur Diduga Bermasalah - BERITA LAMPUNG | SABURAI ONLINE

BERITA LAMPUNG | SABURAI ONLINE

Portal Berita Sai Bumi Ruwa Jurai

Breaking

Post Top Ad

Kamis, 12 Desember 2019

Pembangunan Puskesmas Kotaagung Timur Diduga Bermasalah

            
Photo Pembangunan Puskesmas

BANDARLAMPUNG - dilansir dari (RMOLLampung.com). Pembangunan Puskesmas Kotaagung Timur Diduga Bermasalah. Ketua PBB Tanggamus Bersurat Kepada Bupati Dan DPRD Tanggamus.

Berawal dari sengketa lahan untuk pembangunan Puskesmas Kotaagung Timur Kabupaten Tanggamus, bulan maret lalu, pemilik lahan sawah, bersama pengarap sawah dan kuasa pengurus perkara, berencana membuat Laporan Polisi di Polres Tanggamus.

Kepada kantor berita RMOLLampung, Zainuddin SE menjelaskan, setelah mendapat kuasa tertulis dari pemilik sawah, dan mendapatkan penjelasan kronologisnya, serta dokumen surat-surat sawah, yang sekarang dibangun untuk Puskesmas Kotaagung Timur. Bersama pemilik sawah Abdullah Bin Mat Saman, dan pengarap sawah Midoni, ke Polres Tanggamus untuk membuatkan laporan Polisi dugaan penyerobotan lahan beserta tanam tumbuh didalamnya.

Ia mengatakan, sebelum membuat Laporan Polisi kami berkonsultasi kepada Kasat Reskrim Edi Qurdinas terlebih dahulu diruanganya. Kasat Reskrim menawarkan untuk dilakukan mediasi, kamipun setuju dengan tawaran itu, karenanya kami belum membuat LP pada waktu itu, katanya.

Kepada pihak Pemda Tanggamus yang diwakili Plt Asisten 1. Dan Plt Kadis Kesehatan pada waktu itu, kami serahkan, Surat Kuasa Pengurus Sengketa, Surat Tanah Segel Th 1975, dan Dokumen Pengarap atas nama Midoni, melalui Kasat Reskrim Tanggamus diruanganya.

Setelah 1 bln berproses, mereka minta kami datang ke Pemda untuk melakukan penawaran, dan kita sampaikan keinginan kita pada waktu itu. "Satu bulan kemudian mereka mengatakan ada klaim dari Pertamina, Kami pun  meminta surat klaim itu, dan bila perlu pertemukan kami dengan pihak Pertamina, supaya ini klir siapa sebenarnya pemilik sawah tersebut,  sampai sekarang Pemda tidak bisa mempertemukan kami dan menunjukan surat klaim Pertamina itu," jelasnya.

Terahir saya ditelpon saudara Abdulah kata Zainuddin, ia mengatakan masalah ini sudah selesai saya sudah menerima uang Rp 80.000.000, dari Dinkes Tanggamus. Kenapa saya tidak mengajak kalian berdua, itu atas perintah Kadis Kesehatan. "Zainuddin dan Midoni tidak usah diajak, demikian Zainuddin menirukan.

Atas dasar itu 13/11. Saya buat surat klarifikasi ke Bupati Tanggamus, apakah informasi itu betul adanya. Surat saya diterima Sekertariat Sekda, sampai sekarang belum mendapatkan jawaban. Surat itu kita tembuskan ke DPRD Tanggamus, sebelumnya tgl 21/10, kita juga sudah berkirim surat ke DPRD Tanggamus berharap kami dipangil, cetusnya.

Midoni, pengarap sawah Via sambungan Handpone mengatakan, saya selaku pengarap sawah tersebut, pastinya disana ada tenaga, ada biaya dan kerugian materi. Posisi saya bagai mana tindakan Pemda terkait dengan garapan itu, karena tindakan yang sudah dilakukan pemda sudah menyalahi aturan, karena didalamnya ada tanam tumbuh dan sebagainya.

Sejauh ini saya menuntut keadilan kepada penegak hukum, itu yang saya perjuangkan, 28/11 saya membuat Laporan Polisi di Polda Lampung. Prosesnya sekarang sedang berjalan dan masih dalam tahap penyelidikan oleh Kepolisian Daerah Lampung, jelasnya.

Saat akan dikonfirmasi kebenaran informasi tersebut dirumahnya, Abdulah pemilik sawah sedang tidak ada dirumah. Sampai berita ini diturunkan belum ada konfirmasi resmi dari yang bersangkutan.[*]

Post Bottom Ad