Nyaris Ricuh, Penonton Badak Lampung FC Ogah Bayar Tiket Pekan Raya Lampung - BERITA LAMPUNG | SABURAI ONLINE

BERITA LAMPUNG | SABURAI ONLINE

Portal Berita Sai Bumi Ruwa Jurai

Breaking

Post Top Ad

Jumat, 09 Agustus 2019

Nyaris Ricuh, Penonton Badak Lampung FC Ogah Bayar Tiket Pekan Raya Lampung

PENONTON Badak Lampung FC berselisih dengan panitia Pekan Raya Lampung di kompleks PKOR Way Halim, Bandar Lampung, Jumat sore, 9/8/2019. Mereka enggan membayar tiket masuk Pekan Raya Lampung karena sudah memiliki tiket pertandingan Badak Lampung vs PSS Sleman. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, dikutip berdasarkan duajurai.co – Para penonton Laga Badak Lampung FC versus PSS Sleman ogah membayar tiket Pekan Raya Lampung. Mereka memilih mengabaikan para panitia pekan raya di pintu masuk yang menyuruh membeli tiket terlebih dahulu. Situasi pun nyaris ricuh, Jumat sore, 9/8/2019.
Pantauan duajurai.co, suasana tampak kondusif sebelum pukul 15.00 WIB. Para suporter dan penonton bola berduyun-duyun memasuki kompleks Pusat Kegiatan Olahraga (PKOR) Way Halim, Bandar Lampung, tanpa kendala.
Ketika pukul 15.00 WIB, panitia Pekan Raya Lampung langsung berjaga di setiap pintu dan menutup akses masuk. Salah seorang panitia menginstruksikan bagi siapa pun yang hendak masuk wajib membeli tiket sebesar Rp10 ribu.
“Beli tiket dahulu. Sudah jam tiga ini. Walau pun sudah beli tiket bola, tetap beli tiket pekan raya dahulu,” kata salah seorang panitia.
Sontak ini membuat bingung para penonton bola. Beberapa menyampaikan protes dan keberatannya kepada panitia.
“Kami sudah punya tiket bola, pak,” ujar seorang penonton sembari menunjukkan tiketnya. Namun, panitia tetap meminta tiket pekan raya.
Tak mau suasana memanas, suporter kemudian mundur. Mereka terlihat saling berdiskusi. Tak lama, mereka berjalan santai melewati median jalan, sebelah gate masuk. Mereka mengabaikan para panitia pekan raya tanpa berkata-kata. Langkah itu diikuti ratusan penonton lainnya yang datang berbondong-bondong.
Para panitia pekan raya tampak tercengang melihat rombongan suporter lewat begitu saja. Mereka terlihat saling berbisik satu sama lain untuk tidak mencegah para suporter.
“Sudah biarkan saja dahulu. Kami gak ada pengamanan. Nanti, bisa-bisa kami kena amuk,” ucap seorang panitia.(*)
Laporan Imelda Astari

Post Bottom Ad