Bangun Pondasi Jembatan Way Netak Habiskan Dana Hampir Rp1 Miliar - BERITA LAMPUNG | SABURAI ONLINE

BERITA LAMPUNG | SABURAI ONLINE

Portal Berita Sai Bumi Ruwa Jurai

Breaking

Post Top Ad

Minggu, 25 Agustus 2019

Bangun Pondasi Jembatan Way Netak Habiskan Dana Hampir Rp1 Miliar

Pembangunan Jembatan Way Netak Landos penghubung pekon Sukarame-Pahiton Kecamatan Belalau Lampung Barat yang menelan hampir Rp1 Miliar hanya sebatas pondasi. Foto RNN
Lampung Barat, dilansir dari Radarlampung.co.id – Pembangunan pondasi jembatan Waynetak Landos yang menghubungkan Pekon Sukarame-Pahiton Kecamatan Belalau Kabupaten Lampung Barat (Lambar) menghabiskan Rp930.566.213,m. ,dari  anggaran Tahun 2018.
Selain hasil pembangunan yang hanya berupa pondasi, dan menelan anggaran hampir satu miliar rupiah tersebut, proyek yang dimenangi oleh CV. Surya Adi Guna, dengan nomor kontrak 600/0II/KTR/PJ.3/III/2018 tersebut tidak dilanjutkan pada tahun anggaran 2019 ini.
Sehingga yang tampak hanya pondasi beton yang berada disebelah jembatan kayu yang masih aktif digunakan masyarakat setempat hingga saat ini. Seharusnya pembangunan jembatan tersebut segera terselesaikan sehingga memperlancar roda perekonomian masyarakat.
Saat dikonfirmasi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Lambar Ir. Hi. Ansari membenarkan bahwa pembangunan jembatan tersebut dilakukan secara bertahap oleh pemerintah daerah, dengan pertimbangan keterbatasan anggaran, sehingga untuk tahun anggaran pertama dianggarkan sebesar Rp930.566.213,- untuk pembangunan pondasi jembatan.
“Iya, untuk tahun 2018 lalu hanya untuk pembangunan pondasinya saja yang nantinya akan menopang jembatan dengan bentang 24 meter. Dab belum dilanjutkan pada tahun anggaran 2019 ini karena pertimbangan anggaran,” kata Ansari.
Ia juga mengaku banyak menerima pertanyaan terkait dengan anggaran yang dihabiskan sebesar Rp930.566.213., hanya untuk pembanguna  pondasi, namun menurutnya perlu dipahami bahwa tidak seperti sekilas saat melihat hasil pembangunan yang ada saat ini.
“Itu tidak hanya pondasi atasnya saja, itu menggunakan pondasi tiang bor (bored pile). Jadi dilakukan penggalian cukup dalam, dengan total tinggi pondasi sekitar senbilan meter, jadi memang tidak seperti yang terlihat,  pengguanaan bored pile sendiri itu dikarenakan kita tidak punya pancang atau biasa disebut paku bumi yang biasa digunakan untuk pembangunan jembatan,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut akan dilanjutkan pada tahun anggaran 2020 mendatang dan itu sudah masuk dalam KUA PPAS, sehingga di akhir tahun depan jembatan tersebut sudah bisa dilalui masyarakat. (nop/kyd)

Post Bottom Ad